Senjata dimaksud adalah amunisi tank depleted uranium (DU) atau uranium sisa, yang diprediksi bakal membuat tank Rusia kelabakan. Seperti apa?
Dikutip detikINET dari Newsweek, amunisi DU dipakai banyak militer, termasuk AS dan Inggris. Amunisi DU lebih padat dari timbal dan bisa menajamkan diri saat menabrak target. Amunisi ini mengalami putaran kinetik dan tak meledak, tapi menembus besi tank saat ditembakkan dengan kecepatan tinggi dan dapat mengincar musuh pada jarak lebih jauh.
Menurut mantan Kolonel Inggris Hamish de Bretton-Gordon, DU adalah amunisi tank terkuat. Menurutnya, amunisi DU punya daya gedor jauh lebih besar dari amunisi tank tradisional.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Jumlah Hulu Ledak Nuklir Dunia Meningkat pada 2023Laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menyebut bahwa jumlah hulu ledak nuklir di seluruh dunia mengalami peningkatan dari 9.440 hulu ledak yang siap pakai pada 2022 menjadi 9.576 pada 2023. Ada sembilan negara di dunia yang tercatat memiliki hulu ledak nuklir, yakni Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Cina, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel. Dari 9.576 hulu ledak tersebut, sebanyak 3.844 di antaranya berada dalam posisi terpasang pada misil ataupun pesawat dan siap menyerang sewaktu-waktu. Sedangkan sisanya berstatus cadangan. Sekitar 90 persen senjata nuklir di dunia dimiliki oleh AS dan Rusia, dua rival yang tak lepas dari warisan era Perang Dingin. Negara-negara yang tercatat menambah jumlah hulu ledak nuklir adalah Rusia, Cina, India, Pakistan, dan Korea Utara. Cina mengalami pertumbuhan pesat senjata nuklir, dengan menambah jumlah hulu ledak nuklirnya menjadi 410 dari 350. Negara ini juga berpotensi memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) sebanyak Amerika Serikat atau Rusia pada akhir dekade ini. Meski Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Israel tercatat tidak menambah jumlah senjata nuklir mereka, namun negara-negara tersebut diyakini tidak tinggal diam dengan langkah negara-negara yang menambah jumlah hulu ledak nuklir. Empat negara tadi diyakini juga sedang melakukan pengembangan terhadap senjata nuklir mereka saat ini, dan diprediksi akan menambah persediaan hulu ledak di masa depan. Konflik geopolitik yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina pada Februari tahun lalu diyakini memperburuk ancaman perang nuklir. Pada tahun lalu, Inggris dan AS merahasiakan kekuatan nuklir mereka, sesuatu yang tidak mereka lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Rusia juga menarik diri dari perjanjian pelucutan senjata nuklir dengan AS (New START), sedangkan AS juga menangguhkan dialog bilateral dengan Rusia terkait hal yang sama.
مزید پڑھ »
Perang Rusia Vs Ukraina Terkini: AS Khawatir Korea Utara Kirim Lebih Banyak Senjata ke RusiaAS khawatir Korea Utara mengirimkan lebih banyak senjata ke Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina.
مزید پڑھ »
Menlu Ukraina Ajak Barat untuk Bangun Pabrik Senjata di NegaranyaPerang Rusia vs Ukraina hari ini, Menlu Ukraina ajak barat untuk bangun pabrik senjata di negaranya.
مزید پڑھ »
Rusia Tingkatkan Kemampuan dan Senjata Hadapi Serangan Balik Ukraina |Republika OnlineBelajar dari kesalahan, Rusia kini meningkatkan kemampuan dan senjatanya
مزید پڑھ »
AS Khawatir Korut Kirim Lebih Banyak Senjata ke RusiaAmerika Serikat khawatir Korea Utara berencana mengirimkan lebih banyak senjata kepada Rusia, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
مزید پڑھ »
Barat Mulai Akui Senjata dan Taktik Terbaru Rusia Bikin Runyam Serangan Balik UkrainaUkraina dalam serangan baliknya mulai menghadapi hantaman besar-besaran dari pasukan Rusia yang belajar dari blunder-blunder di awal serangan.
مزید پڑھ »