Komisi Nasional Perlindungan Anak mengungkap hasil autopsi bayi tewas dibunuh ayahnya di Sorong. Ternyata ini penyebabnya!
Komisi Nasional Perlindungan Anak mengungkap hasil autopsi bayi yang tewas dibunuh ayahnya di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Bayi malang itu meninggal setelah lengannya diputar dan tubuh sang bayi dibanting ke lantai.
Sirait mengatakan polisi bisa menjerat pelaku dengan UU Perlindungan Anak. Hukuman pelaku juga bisa semakin berat karena dia ayah kandung korban. Dia juga meminta Polres Sorong tidak ragu-ragu menerapkan pasal tersebut agar Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya bisa lebih jelas.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Ini Pentingnya Keamanan Siber dan Perlindungan Data di Era DigitalKeamanan siber saat ini menjadi sangat penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pasalnya, serangan siber menjadi ancaman yang semakin besar.
مزید پڑھ »
Kiat Meningkatkan Keamanan Siber dan Perlindungan Data di Era Digital |Republika OnlineSaat ini, password yang kuat sangatlah penting.
مزید پڑھ »
Pahlawan Devisa yang Rawan Eksploitasi, BP2MI Soroti Ironi PMI hingga Desak Perlindungan NegaraPahlawan Devisa yang Rawan Eksploitasi, BP2MI Soroti Ironi PMI hingga Desak Perlindungan Negara: Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, menyoroti ironi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mendesak negara beri perlindungan serius.
مزید پڑھ »
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Anak Beri Perlindungan Lintas UsiaImunisasi yang diberikan pada anak-anak, bisa melindungi masyarakat menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari suatu penyakit.
مزید پڑھ »
Anggota Peradi Wajib Pahami Regulasi Perlindungan Data PribadiMemamahi UU PDP merupakan keniscayaan untuk menegakkan hukum
مزید پڑھ »
10 Poin Survei KPAI tentang Aturan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTTKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membagikan hasil survei soal kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengharuskan guru dan murid masuk sekolah pukul 05.30 WITA.
مزید پڑھ »