Analis menilai ruang pendanaan untuk pengembangan aset energi fosil di Indonesia makin sulit.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah analis menilai mundurnya Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat dari pendanaan proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan menjadi sinyal makin sempitnya ruang kredit untuk pengembangan aset energi fosil di Indonesia mendatang.
“Jumlahnya memang tidak besar relatif terhadap anggaran keseluruhan. Namun, ini adalah permulaan dari perjalanan panjang di mana pendanaan energi fosil akan semakin berat,” kata Putra saat dihubungi, Kamis . Sementara itu, Pakar Ekonomi Energi dan Perminyakan Universitas Trisakti dan juga pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai pembatalan pinjaman itu bakal menjadi pekerjaan rumah baru bagi PT Pertamina untuk mencari pendanaan alternatif lain saat ini.
“Dengan pemberlakuan level harga BBM domestik yang ada, secara keuangan dan arus kas Pertamina mestinya dalam posisi yang relatif kuat dan stabil. Jadi, mestinya tidak terlalu menjadi masalah,” kata Pri. Rencananya, keputusan akhir ihwal penyaluran kredit pada operator kilang, PT Kilang Pertamina Balikpapan bakal diambil pada hari ini, Kamis waktu setempat. Hanya saja, rencana itu mesti dianulir seiring dengan keputusan dewan direksi Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat yang membatalkan pinjaman untuk PT KPB sehari sebelumnya, Rabu .
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Bank AS Batal Danai Kilang Balikpapan, Analis Singgung Nasib Proyek Energi Fosil RIBank AS Tarik Pinjaman Rp1,46 Triliun untuk Kilang Balikpapan, Ini Sebabnya
مزید پڑھ »
Rombak Pengurus, Bank KEB Hana Indonesia (KEHA) Angkat Direktur Keuangan BaruPT Bank KEB Hana Indonesia (KEHA) telah merombak jajaran kepengurusan bank dan mengangkat direktur keuangan baru.
مزید پڑھ »
Bank Amar dan BCA Digital Berbalik Untung, Titik Balik Bank Digital DimulaiDua bank digital yakni PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) dan PT Bank BCA Digital atau Blu by BCA Digital berhasil membukukan laba bersih.
مزید پڑھ »
Soal Uang Bersambung, Bank Indonesia: Benar Dapat Dibeli Tapi Sayang Digunakan Untuk Alat PembayaranDirektur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono membenarkan adanya uang rupiah khusus (URK) atau uang yang belum digunting (uang bersambung).
مزید پڑھ »
Temuan Bank Indonesia: Penyaluran Kredit Perbankan Akan Melambat ke 10,4 Persen pada 2023Bank Indonesia memperkirakan kredit tahun ini dapat tumbuh dua digit namun di bawah capaian 2022 lalu.
مزید پڑھ »
Inilah Sektor yang Bakal 'Banjir' Kredit Menurut Survei Bank IndonesiaKredit kepemilikan rumah (KPR) atau apartemen (KPA) serta kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor menjadi pilihan bank untuk dibanjiri pembiayaan.
مزید پڑھ »