Pemerintah Indonesia dan Malaysia menyikapi berbeda temuan zat etilen oksida pada mi instan oleh otoritas Taiwan
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk , anak perusahaan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk , beberapa hari ini hangat diperbincangkan lantaran salah satu produk mi instannya, yakni Indomie Rasa Ayam Spesial ditarik dari peredaran oleh otoritas Taiwan karena dilaporkan mengandung etilen oksida, zat pemicu kanker.
Taiwan cukup sensitif terhadap standar makanan. Penggunaan etilen oksida tak diperbolehkan dalam pangan. Adapun, kandungan etilen oksida yang ditemukan pada bumbu bubuk produk Indomie tersebut menggunakan metode penentuan 2-Chloro Ethanol , yang hasil ujinya dikonversi sebagai etilen oksida. Oleh karenanya, kadar etilen oksida sebesar 0,187 ppm setara dengan kadar 2-CE sebesar 0,34 ppm.
“Oleh karena itu, di Indonesia produk mi instan tersebut aman dikonsumsi, karena telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu produk sebelum beredar,” tulis BPOM, dikutip Selasa . “Kami tegaskan bahwa sesuai dengan keterangan yang dikeluarkan oleh BPOM RI, mi instan Indomie kami aman untuk dikonsumsi,” tegas Taufik melalui laman resmi indofood.com.
“Kalau masuk ke Taiwan memang ada ketentuan kandungannya harus sekian, ya kita harus menyesuaikan, tapi kan nanti dicek dulu apakah benar seperti itu. Nanti saya coba komunikasi dengan KDEI” Taiwan,” kata Budi, Kamis .
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Berangkatkan 200 PMI ke Korsel, Kepala BP2MI: Akan Terus BertambahDi Hari Buruh Sedunia, pemerintah Indonesia memberangkatkan 200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korsel.
مزید پڑھ »
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kasus Indomie di Taiwan | Gelombang Panas MalaysiaSepekan yang lalu, ramai berita tentang Taiwan temukan zat pemicu kanker di Indomie Rasa Ayam Spesial dan satu produk mi instan asal Malaysia.
مزید پڑھ »
Duh, PRT Indonesia di Malaysia Disiksa, 6 Bulan Tidak DigajiSEORANG perempuan pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia mengalami penyiksaan dan tidak digaji selama enam bulan di Malaysia.
مزید پڑھ »
Pekerja Migran Indonesia Disiksa Majikan di Malaysia: Punggung Disetrika dan Disiram Air PanasPekerja Migran Indonesia Disiksa Majikan di Malaysia: Punggung Disetrika dan Disiram Air Panas. . Selengkapnya di PikiranRakyat PRMN Pekerja Migran Penganiayaan Malaysia
مزید پڑھ »
Pekerja Migran Indonesia Disiksa Majikan di Malaysia: Punggung Disetrika dan Disiram Air PanasPekerja Migran Indonesia Disiksa di Malaysia: Punggung Disetrika dan Disiram Air Panas: Selain mengalami penyiksaan, Nani juga tak digaji sejak bekerja pada Maret 2022. Saat ini, Nani dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur.
مزید پڑھ »
Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 470%, Terbanyak dari MalaysiaSebanyak 809,96 ribu kunjungan wisatawan mancanegara terekam dalam data BPS pada Maret 2023. Jumlah kunjungan tersebut tercatat naik 15,39% bila dibandingkan bulan sebelumnya.
مزید پڑھ »