Penembakan MUI, tim dokter forensik Polri menjelaskan pelaku Mustopa NR meninggal usai diamankan akibat serangan jantung.
Perwakilian tim dokter forensik Polri, dr Arfiani Ika Kusumawati. , Jakarta, Selasa meninggal usai diamankan akibat serangan jantung.
Dari pemeriksaan lebih lanjut, tim dokter forensik Polri menemukan adanya indikasi infeksi pada paru-paru Mustopa serta indikasi serangan jantung. Berdasarkan penemuan inilah tim dokter forensik Polri menyimpulkan Mustopa NR tewas karena serangan jantung. Diketahui, Mustopa NR melancarkan aksi penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa .Saat ditangkap di tempat kejadian perkara, Mustopa membawa obat-obatan di tasnya. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menjelaskan, Mustopa ditangkap petugas dalam kondisi tidak sadar.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Ada Dugaan Kejanggalan, MUI Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penembakan di KantornyaMUI membentuk tim khusus untuk mengusut insiden penembakan di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.
مزید پڑھ »
Autopsi Kelar, Jenazah Pelaku Penembakan Kantor MUI Masih DitelitiAUTOPSI pelaku penembakan kantor MUI, Mustopa NR selesai dilakukan pada Selasa (2/5). Meski begitu, Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap jenazah.
مزید پڑھ »
Cak Imin Minta Masyarakat Tahan Diri Soal Penembakan di Kantor MUIMuhaimin Iskandar meminta aparat berwenang untuk mengusut tuntas agar tidak menjadi preseden serta menimbulkan kecurigaan masyarakat.
مزید پڑھ »
Pengakuan Istri Pelaku Penembakan Kantor MUI: Kaget Suaminya Memiliki PistolRosmala Dewi, istri Mustopa (66), pelaku penembakan kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, mengaku kaget mendengar kabar suaminya
مزید پڑھ »
Menag Yaqut Sebut Pelaku Penembakan di Kantor MUI Salah Paham Ajaran AgamaMenag menyebut pelaku penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta salah memahami ajaran agama.
مزید پڑھ »