Dugaan Penganiayaan di Pesantren Kediri: Pengamat Minta Pesantren Berizin

Berita خبریں

Dugaan Penganiayaan di Pesantren Kediri: Pengamat Minta Pesantren Berizin
PenganiayaanPesantrenBerizin
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 25 sec. here
  • 7 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 30%
  • Publisher: 50%

Dugaan penganiayaan berujung kematian seorang santri di bawah umur di sebuah pesantren di Kediri, Jatim, tidak dapat dilepaskan dari lemahnya sistem pengawasan terhadap pesantren yang tidak berizin, kata pengamat. Salah satu caranya, menurut Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Sarmidi Husna adalah dengan mewajibkan setiap pesantren memiliki izin operasional dari Kementerian Agama (Kemenag).

Dugaan penganiayaan berujung kematian seorang santri di bawah umur di sebuah pesantren di Kediri, Jatim, tidak dapat dilepaskan dari lemahnya sistem pengawasan terhadap pesantren yang tidak berizin, kata pengamat. Akibatnya, kasus-kasus kekerasan di pesantren - terutama yang tidak berizin - berpotensi terus terjadi di masa yang akan datang.

Salah satu caranya, menurut Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Sarmidi Husna adalah dengan mewajibkan setiap pesantren memiliki izin operasional dari Kementerian Agama (Kemenag). ”Kalau diistilahkan pesantren tidak punya izin itu seperti nikah sirih, nikah tidak terdaftar. Pemerintah tidak bisa masuk memberikan pengawasan, dan kalau ada apa-apa tidak bisa diminta pertanggungjawaban,” kata Sarmidi Husna kepada wartawan BBC News Indonesia, Rabu (28/02

ہم نے اس خبر کا خلاصہ کیا ہے تاکہ آپ اسے جلدی سے پڑھ سکیں۔ اگر آپ خبر میں دلچسپی رکھتے ہیں تو آپ مکمل متن یہاں پڑھ سکتے ہیں۔ مزید پڑھ:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

Penganiayaan Pesantren Berizin Pengawasan Santri

پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات

Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔

Empat Senior Jadi Tersangka Penganiayaan Santri hingga Tewas di KediriEmpat Senior Jadi Tersangka Penganiayaan Santri hingga Tewas di KediriPolisi menetapkan empat senior sebagai tersangka dugaan penganiayaan yang berujung tewasnya santri asal Banyuwangi di Ponpes PPTQ Al Hanifiyyah, Kediri.
مزید پڑھ »

Santri Tewas Dianiaya 4 Seniornya di Pondok Pesantren di KediriSantri Tewas Dianiaya 4 Seniornya di Pondok Pesantren di KediriSeorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14) tewas dianiaya oleh 4 seniornya di pondok pesantren di Kediri, Jawa Timur. Para pelaku diam-diam membawa korban ke rumah sakit, namun korban sudah meninggal saat tiba di sana. Keluarga korban curiga bahwa korban meninggal akibat dianiaya karena terdapat banyak luka di tubuhnya.
مزید پڑھ »

Saat Kampanye, Gibran Ternyata Pernah Dilarang Datang ke Kediri, Begini CeritanyaSaat Kampanye, Gibran Ternyata Pernah Dilarang Datang ke Kediri, Begini CeritanyaUsut punya usut, pembatalan jadwal kampanye Gibran beberapa waktu lalu di Kediri ternyata dibisiki salah satu anggota TKN Prabowo-Gibran, Gus Jalal.
مزید پڑھ »

Pengasuh PPTQ Al Hanifiyyah Ceritakan Kronologi Penganiayaan Santri: Laporannya Jatuh Terpeleset di Kamar MandiPengasuh PPTQ Al Hanifiyyah Ceritakan Kronologi Penganiayaan Santri: Laporannya Jatuh Terpeleset di Kamar MandiBerita Pengasuh PPTQ Al Hanifiyyah Ceritakan Kronologi Penganiayaan Santri: Laporannya Jatuh Terpeleset di Kamar Mandi terbaru hari ini 2024-02-28 05:51:29 dari sumber yang terpercaya
مزید پڑھ »

Buntut Tewasnya Santri di Ponpes Kediri, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Diduga Aniaya KorbanBuntut Tewasnya Santri di Ponpes Kediri, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Diduga Aniaya KorbanTangis histeris keluarga pecah saat jenazah seorang santri tiba di rumah duka di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
مزید پڑھ »

Kasus Santri Tewas di Kediri, Kemenag Jatim Ungkap Ponpes Tak Miliki IzinKasus Santri Tewas di Kediri, Kemenag Jatim Ungkap Ponpes Tak Miliki IzinPerwakilan Kemenag Kabupaten Kediri, Jawa Timur menyampaikan Pondok Al Hanifiyyah di Desa Kranding Kecamatan Mojo Kediri belum berizin.
مزید پڑھ »



Render Time: 2025-02-27 09:10:50