Ekonomi RI di Awal Tahun Tumbuh 5,03 Persen, Lampaui Ekspektasi

پاکستان خبریں خبریں

Ekonomi RI di Awal Tahun Tumbuh 5,03 Persen, Lampaui Ekspektasi
پاکستان تازہ ترین خبریں,پاکستان عنوانات
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 77 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 34%
  • Publisher: 70%

Di tengah ketidakpastian global dan proses pemulihan pascapandemi, pertumbuhan ekonomi RI tumbuh konsisten di atas 5 persen selama enam triwulan berturut-turut sejak triwulan IV tahun 2021. Ekonomi AdadiKompas

Aktivitas bongkar muat peti kemas dari dan ke dalam kapal barang di terminal peti kemas New Priok Container Terminal 1, Jakarta Utara, Kamis .

Dengan demikian, di tengah ketidakpastian global dan proses pemulihan ekonomi pasca-pandemi, pertumbuhan ekonomi RI secara konsisten tumbuh di atas 5 persen selama enam triwulan berturut-turut sejak triwulan IV tahun 2021.Realisasi pertumbuhan ekonomi itu berada sedikit di atas ekspektasi Bank Indonesia, yang awalnya menyasar pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada triwulan I-2023, serta melampaui prediksi ekonom yang awalnya memperkirakan pertumbuhan di kisaran 4,8-4,9 persen.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada sektor transportasi dan komunikasi. Momentum bulan Ramadan ikut mendorong pertumbuhan konsumsi, khususnya di sektor makanan dan minuman. Edy mengatakan, peningkatan ekspor terutama disebabkan oleh permintaan global yang masih tinggi terhadap komoditas nonmigas, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, besi baja, serta nikel.Pengunjung berbelanja kebutuhan rumah tangga di Foodmart, Plaza Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin .

”Pelambatan di PMTB ini terutama terjadi karena ditahan oleh penurunan penjualan semen dalam negeri selama triwulan pertama tahun ini, serta belanja modal APBN untuk gedung dan bangunan yang juga turun,” kata Edy. Pertumbuhan di sektor pengolahan ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan global dan dorongan meningkatnya permintaan di masa Ramadhan dan menjelang Lebaran. Selain industri pengolahan, momentum hari raya Idul Fitri juga ikut mendorong pertumbuhan di sektor transportasi serta perdagangan.

ہم نے اس خبر کا خلاصہ کیا ہے تاکہ آپ اسے جلدی سے پڑھ سکیں۔ اگر آپ خبر میں دلچسپی رکھتے ہیں تو آپ مکمل متن یہاں پڑھ سکتے ہیں۔ مزید پڑھ:

hariankompas /  🏆 8. in İD

پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات

Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔

Merasa Agak Terkurung, Alasan Emma Watson Hiatus dari AktingMerasa Agak Terkurung, Alasan Emma Watson Hiatus dari Akting TempoCantika
مزید پڑھ »

Putuskan Lunasi KPR Lebih Awal, Andhara Early Terkejut Jumlah Cicilan Tak Banyak Berkurang Setelah 8 TahunPutuskan Lunasi KPR Lebih Awal, Andhara Early Terkejut Jumlah Cicilan Tak Banyak Berkurang Setelah 8 TahunCerita Andhara Early memutuskan lunasi cicilan KPR, sempat terkejut ternyata cicilan selama 8 tahun tak banyak mengurangi pokok utang
مزید پڑھ »

Rapor Bank Daerah Awal Tahun: Kinerja Landai Para Raksasa (BJBR hingga BJTM)Rapor Bank Daerah Awal Tahun: Kinerja Landai Para Raksasa (BJBR hingga BJTM)Sejumlah Bank pembangunan daerah (BPD) telah melaporkan kinerja keuangannya pada kuartal I/2023.
مزید پڑھ »

Ma'ruf Amin Prediksi Andil Sektor Halal ke Ekonomi RI Tumbuh 5,3% Tahun IniMa'ruf Amin Prediksi Andil Sektor Halal ke Ekonomi RI Tumbuh 5,3% Tahun IniWakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memproyeksi sektor prioritas halal value chain Indonesia akan tumbuh 4,5-5,3% di 2023.
مزید پڑھ »

Tingkat Inflasi Lebaran Tahun Ini Lebih Rendah Dibanding Tahun LaluRamadan dan Idulfitri umumnya ditandai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Alhasil, harga komoditas, terutama pangan, biasanya akan mengalami inflasi saat momen tersebut tiba Pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 90 kota menunjukkan bahwa tingkat inflasi bulanan pada April lalu adalah 0,33 persen, naik dari 0,18 persen pada Maret lalu. Sedangkan inflasi tahunan mencapai 4,33 persen, menurun dari 4,97 persen di bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun 2022, tingkat inflasi yang terjadi pada tahun ini masih lebih rendah, jika diukur dengan tingkat inflasi bulanan. Saat itu, tepatnya bulan Mei, tingkat inflasi bulanan adalah 0,40 persen. “Lebaran memang berpengaruh terhadap peningkatan permintaan barang dan jasa dan perubahan harga di konsumen. Tetapi kali ini lebih rendah dibandingkan Lebaran 2023,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 2 Mei 2023.    Inflasi yang lebih rendah pada momen Lebaran tahun ini disebabkan penurunan andil inflasi dari kelompok pangan. Pada April lalu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil inflasi sebesar 0,09 persen, sedangkan pada Mei 2022 andilnya mencapai 0,20 persen.  Hal ini sejalan dengan penjelasan Margo. Ia mengatakan bahwa pasokan komoditas hortikultura tahun ini relatif terjaga karena ditopang oleh aktivitas panen sepanjang Maret sampai April 2023. Hal ini tercermin dari deflasi cabai merah dan cabai rawit yang meredam tingkat inflasi umum. Kemudian, kenaikan beberapa komoditas pangan pada April 2023 relatif lebih rendah dibandingkan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.  Sumbangan terbesar pada inflasi Lebaran tahun ini berasal dari kelompok transportasi, yakni sebesar 0,11 persen. Kenaikan inflasi kelompok transportasi merupakan konsekuensi dari mobilitas mudik masyarakat yang membludak untuk menyambut Lebaran.
مزید پڑھ »



Render Time: 2025-04-04 11:43:25