Ekonom Senior INDEF Faisal Basri menyebut pemerintahan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat boros.
Pemerintahan di era Presiden Joko Widodo dinilai sangat boros. Hal tersebut diungkapkan oleh Ekonom Senior INDEF Faisal Basri.
"Di era Jokowi belanja tidak turun, tapi tax ratio turun terus. Jadi makin menganga dan ini harus ditutup dengan utang. Utang oke, tapi untuk tujuan-tujuan yang produktif agar tak membebani generasi yang akan datang," ungkapnya dalam program Your Money Your Vote CNBC Indonesia, dikutip Jumat .
"Jadi, lebih dari separuh yang dibutuhkan tambahan modal untuk membangun satu jembatan atau 1 kilometer jalan. Misalnya. 2020 kan negatif, 2021-2022 7,3%. Super boros. Artinya nggak produktif," jelasnya. "Faktanya angka harapan hidup Indonesia 2 tahun terakhir turun. Kita capai 70 tahun, sekarang tinggal 67 tahun. Sama Timor Leste, kita lebih pendek umurnya. Kalau mau protes pemerintah datanya nggak benar, protes bank dunia. Saya pakai bank dunia buat perbandingan," tuturnya.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Faisal Basri: Infrastruktur Era Jokowi Super BorosMenurut Faisal Basri, Infrastruktur era Jokowi super boros dan tidak produktif.
مزید پڑھ »
Faisal Basri Sebut Era Jokowi Super Boros, Ini PenjelasannyaFaisal Basri menyebut, pemerintahan era Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sangat boros.
مزید پڑھ »
Faisal Basri Ungkap Alasan Produk Indonesia Kalah Saing dari ChinaSejumlah kebijakan di Indonesia membuat produk-produk dalam negeri kalang saing dengan produk luar.
مزید پڑھ »
Fadly Faisal Stres Usai Video Syur Mirip Rebecca Klopper ViralHal ini diungkap ayah Fadly Faisal, Haji Faisal.
مزید پڑھ »
Ditegur Jokowi, Pengusaha Ungkap Masalah Pembangunan SmelterDisindir Jokowi, Pengusaha Ungkap 'Penghambat' Pembangunan Smelter
مزید پڑھ »
Jokowi Ungkap Sering Undang Demokrat dan PKS ke Istana, Begini Respon DemokratPartai Demokrat merespon pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sering mengundang partai oposisi, seperti Partai Demokrat dan PKS ke Istana. Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi ketika bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 2
مزید پڑھ »