Sejumlah emiten komoditas emas terpantau parkir di zona merah meskipun harga emas global berada di posisi tinggi.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas global kembali naik mendekati level tertinggi bulanan, ke atas US$2.000 per troy ons. Namun, harga saham emiten terkait emas terpantau kompak berada di zona merah.
Harga saham ANTM pada hari ini ditutup turun 1,42 persen atau 30 poin ke Rp2.080. Namun, secara year to date harga sahamnya naik 4,79 persen. Senada, saham emiten keluarga Panigoro MEDC juga turun 2,44 persen atau 25 poin ke Rp1.000, dan secara year to date terpantau turun 1,48 persen. Hal ini membuat permintaan safe haven meningkat di tengah kekhawatiran krisis perbankan yang mencuat membuat logam kuning tetap berada di dekat level kunci.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Emas Dunia Terus Naik, 5 Saham Emas RI Malah LongsorPada satu jam pembukaan perdagangan Rabu (26/4/2023) beberapa saham emas justru mengalami koreksi, ada apa?
مزید پڑھ »
Harga Emas Mampu Bertahan di Level US$2.000, Investor Tunggu Pengumuman The FedHarga emas dunia naik 0,24 persen pada penutupan perdagangan Selasa (25/4/2023) ke 2.004,50 dolar AS per ounce.
مزید پڑھ »
Harga Emas Naik Jelang Data Ekonomi AS Sebagai Pijakan FedHarga emas di pasar spot naik 0,35% menjadi US$ 1.996,12 per ons, dan harga emas berjangka AS menguat 0,34% pada US$ 2.006,60.
مزید پڑھ »
Harga Emas Pegadaian Naik tipis Hari Ini, Minat Jual?Berdasarkan informasi dari laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat Antam ukuran terkecil, yakni 0,5 gram dijual seharga Rp600.000.
مزید پڑھ »
Harga Emas Hari Ini Naik Lagi, Tembus Level USD 2.006 per OnsHarga emas di pasar spot naik 0,35 persen menjadi USD 1.996,12 per ons. Sementara harga emas berjangka AS melonjak 0,34 persen ke level USD 2.006,60.
مزید پڑھ »
Pergerakan Harga Emas Hari Ini Terancam Turun, Simak Penyebab UtamanyaHarga emas diperkirakan dapat turun dibawah Rp1 juta per gramnya seiring adanya potensi penguatan dolar AS
مزید پڑھ »