Ilmuwan kini tengah mempelajari bahan-bahan yang digunakan dalam bangunan kuno, mengungkap rahasia bagaimana bangunan ini tetap kokoh selama ribuan tahun.
Tembok China. Ilmuwan kini tengah mempelajari bahan-bahan yang digunakan dalam bangunan kuno. Mereka memotong bagian-bagian dari bangunan, menyelidiki teks-teks sejarah, dan mencoba meracik resep yang mirip, dengan harapan mengungkap rahasia bagaimana bangunan ini tetap kokoh selama ribuan tahun.
Sementara itu, banyak bangunan modern yang lebih baru sudah mulai mengalami kerusakan dan akan usang dalam beberapa puluh tahun ke depan. Beton yang menjadi bagian penting dari dunia modern kita hanya bisa bertahan 50 hingga 100 tahun. Dengan ancaman perubahan iklim yang semakin meningkat, semakin banyak yang mendesak untuk membuat konstruksi lebih ramah lingkungan. Laporan PBB terbaru bahkan memperkirakan lebih dari sepertiga emisi CO2 global berasal dari sektor bangunan, dan produksi semen sendiri menyumbang lebih dari 7% dari emisi tersebut.
Sebagian besar beton modern dimulai dengan bahan dasar semen Portland, yaitu serbuk yang terbuat dari pemanasan batu kapur dan tanah liat pada suhu super tinggi, lalu digiling. Semen ini dicampur dengan air untuk membentuk pasta yang bereaksi kimia. Kemudian, potongan-potongan material seperti batu dan kerikil ditambahkan, dan pasta semen mengikatnya menjadi massa beton.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Ilmuwan Temukan Bahan Bakar 'Aman Api'Para insinyur kimia mengembangkan bahan bakar tahan api berbasis cairan ionik. Temuan ini diklaim menjadi bahan bakar yang aman api.
مزید پڑھ »
HP Xiaomi Banjir Iklan, Ini Cara Matikan Biar Tak GangguBukan rahasia kalau iklan menjadi salah satu sumber pendapatan Xiaomi.
مزید پڑھ »
Nobel Fisika untuk Ilmuwan Pengeksplorasi ElektronNobel Fisika 2023 diberikan kepada tiga ilmuwan pengeksplorasi elektron, yakni Pierre Agostini, Ferenc Krausz, dan Anne L’Huillier.
مزید پڑھ »
Ilmuwan China Tuding India Tak Mendarat di Kutub Selatan BulanIlmuwan China menduga misi Chandrayaan-3 milik India 'tidak mendarat di dekat kutub selatan Bulan'. Simak penjelasannya.
مزید پڑھ »
2 Ilmuwan di Balik Vaksin Covid mRNA Raih Penghargaan NobelKatalin Kariko dan Drew Weissman menyabet Nobel di bidang kedokteran.
مزید پڑھ »
2 Ilmuwan Pengembang Teknologi mRNA Vaksin Covid-19 Menang Nobel Kedokteran 2023Dua ilmuwan yang membantu mengembangkan teknologi vaksin mRNA untuk menghadapi Covid-19 memenangkan hadiah Nobel Kedokteran atau Nobel Fisiologi, Senin (2/10).
مزید پڑھ »