Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait kelanjutan rencana impor KRL bekas dari Jepang.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi , Luhut Binsar Pandjaitan, angkat bicara terkait kelanjutan rencana impor KRL bekas dari Jepang.
Hal tersebut dilakukan karena Luhut mengaku belum pernah mendengarkan laporan langsung audit BPKP soal impor KRL bekas. Ketika ditanyai wartawan perihal audit ulang, Luhut mengoreksi bahwa tidak ada audit ulang. “Saya belum pernah dilaporin,” imbuhnya. Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, kepada media, Rabu menuturkan kepastian impor KRL bekas asal Jepang tinggal menunggu keputusan dari Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan diharapkan bisa terlaksana pada tahun ini.Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan , Adita Irawati, mengatakan pihaknya menyetujui impor darurat KRL sebab ada unsur kedaruratan dan berprinsip pada keselamatan pengguna KRL.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Soal Subsidi Kendaraan Listrik, Menko Marves Luhut: Tidak Ada Uang Negara yang KeluarMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara atas kritikan terkait program subsidi kendaraan listrik yang gencar dilakukan pemerintah
مزید پڑھ »
Luhut Lapor ke Jokowi: RI Bakal Setop Ekspor Gas!Menko Marves Luhut Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah berencana menghentikan ekspor gas dalam waktu dekat.
مزید پڑھ »
Luhut Bela Jokowi soal Ekspor Pasir Laut: Demi Kesehatan Laut JugaMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan alasan pemerintah kembali membuka keran ekspor pasir laut.
مزید پڑھ »
Soal Impor KRL Jepang, Menko Luhut Ingin Dengar Dulu Laporan BPKP |Republika OnlineLuhut akan melakukan rapat dengan BPKP terkait impor KRL dari Jepang.
مزید پڑھ »
Ketidakhadiran Luhut Picu Debat Panas di Persidangan, Menko Maritim Dinilai Diistimewakan |Republika OnlinePengacara Haris-Fatia meminta Luhut tidak diistimewakan.
مزید پڑھ »
Setelah Wuling dan Hyundai, Menko Luhut Harap BYD Segera Ramaikan Ekosistem Kendaraan Listrik RIKemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di China BYD, di Shenzen, China.
مزید پڑھ »