Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengingatkan sejumlah debitur pendanaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menindaklanjuti apa yang telah ...
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menerima surat laporan dugaan korupsi pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin . ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
“Saya ingin mengingatkan kepada yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh BPKP, tolong segera ditindaklanjuti daripada perusahaan ini nanti ditindak secara pidana,” kata Burhanuddin usai menerima laporan dugaanBaca juga:Sebanyak empat perusahaan dilaporkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani karena terindikasi fraud, yakni PT RII, PT SMS, PT SPV dan PT PRS.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Sri Mulyani & Jaksa Agung Bentuk Tim Khusus Bersih-bersih LPEIMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkomitmen untuk melakukan bersih-bersih di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
مزید پڑھ »
Jaksa Agung Beberkan 4 Debitur Pelaku Fraud Kredit LPEI Rp 2,5 TriliunJaksa Agung mengatakan fraud itu barulah tahap pertama.
مزید پڑھ »
Sri Mulyani Laporkan Kredit Bermasalah di LPEI ke Jaksa Agung, Indikasi Fraud Rp 2,5 TMenkeu RI Sri Mulyani melaporkan dugaan korupsi empat perusahaan yang menjadi debitur di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)
مزید پڑھ »
Indikasi Fraud Rp 3 Triliun, Jaksa Agung Ingatkan 6 Debitur LPEI KooperatifSejauh ini, empat perusahaan telah diadukan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, sementara enam lainnya masih dalam pemeriksaan dengan indikasi fraud Rp 3 triliun.
مزید پڑھ »
Sri Mulyani dan Jaksa Agung ST Burhanuddin Bahas Dugaan Korupsi Dana LPEIMenteri Keuangan Menkeu Sri Mulyani menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk membahas dugaan korupsi penggunaan dana Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia LPEI
مزید پڑھ »
Menkeu Sri Mulyani dan Jaksa Agung Ungkap Dugaan Korupsi di LPEI Rp2,5 TriliunAda empat debitur yang terindikasi fraud atau penyimpangan dengan kerugian mencapai Rp2,5 triliun.
مزید پڑھ »