Salah satu cara menambah cadangan beras yakni, dengan melakukan impor. Jokowi menjelaskan produksi beras nasional menurun karena imbas fenomena El Nino.
Liputan6.com, Subang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut cadangan beras di gudang Bulog saat ini masih kurang, meski sudah ada 1,7 ton. Dia mengatakan pemerintah masih harus menambah cadangan beras nasional hingga 1,5 juta ton hingga akhir tahun.
"Tapi sekali lagi karena El Nino produksinya tetap menurun, tetap berkurang. Tapi enggak ada masalah karena cadangan kita di Bulog juga masih banyak 1,7 juta ton," ujarnya. "Meluruhnya ini kan nggak langsung drastis, dia turunnya bertahap. Jadi kita harapkan nanti di awal-awal tahun El Nino moderatnya sedikit bergeser menjadi El Nino lemah," sambungnya.
"Kalau kondisi hujan di bulan September yang lalu itu umumnya beberapa wilayah berikut itu masih mengalami curah hujan yang kategori rendah dan sifat hujannya di bawah normal," jelas Amsari.3 dari 4 halamanDampak di Setiap Wilayah Tak SamaDi sisi lain, dia menuturkan, dampak dari terjadinya fenomena di setiap wilayah Indonesia akan berbeda-beda. Lalu, tidak semua wilayah yang berada di Indonesia terpengaruh dengan adanya El Nino.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Presiden Jokowi Sebut Harga Beras di RI Masih Murah Dibanding Brunei dan SingapuraJokowi menyebut beruntung harga beras Indonesia masih berada di kisaran Rp 10.800 hingga 13.000 per kilogram (kg).
مزید پڑھ »
Sebut Masih Lebih Murah Dibanding Timor Leste dan Brunei, Jokowi Ungkap Penyebab Harga Beras NaikMeski alami kenaikan, Presiden Jokowi menyebut harga beras di Indonesia masih lebih murah dibanding harga yang dijual di beberapa negara tetangga.
مزید پڑھ »
Jokowi Sebut RI Masih Butuh Impor Beras 2 Juta TonJokowi mengatakan Indonesia membutuhkan sebanyak 1,5 juta ton sampai 2 juta ton dari luar negeri.
مزید پڑھ »