Secara rutin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual. Berdasarkan hasil rakor pengendalian inflasi Rabu (3/5), tingkat inflasi Kalteng berada di urutan ke-11 se-Indonesia.
Saat memimpin rapat, Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa saat ini inflasi di Indonesia berada di urutan 145 dari 186 negara inflasi terendah yakni 4,33 persen. Sedangkan di tingkat negara G20, Indonesia berada di urutan 8 dari 24 negara inflasi terendah dan di tingkat ASEAN, Indonesia berada di urutan 6 dari 11 negara inflasi terendah.
Usai mengikuti rakor secara virtual dari Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan bahwa Kalteng tidak masuk dalam sepuluh besar daerah dengan inflasi tertinggi. Tentu ini berkat sinergisitas antara tim pengendali inflasi daerah provinsi dan kabupaten/kota serta satgas pangan yang sudah melakukan upaya maksimal.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Tingkat Inflasi Lebaran Tahun Ini Lebih Rendah Dibanding Tahun LaluRamadan dan Idulfitri umumnya ditandai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Alhasil, harga komoditas, terutama pangan, biasanya akan mengalami inflasi saat momen tersebut tiba Pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 90 kota menunjukkan bahwa tingkat inflasi bulanan pada April lalu adalah 0,33 persen, naik dari 0,18 persen pada Maret lalu. Sedangkan inflasi tahunan mencapai 4,33 persen, menurun dari 4,97 persen di bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun 2022, tingkat inflasi yang terjadi pada tahun ini masih lebih rendah, jika diukur dengan tingkat inflasi bulanan. Saat itu, tepatnya bulan Mei, tingkat inflasi bulanan adalah 0,40 persen. “Lebaran memang berpengaruh terhadap peningkatan permintaan barang dan jasa dan perubahan harga di konsumen. Tetapi kali ini lebih rendah dibandingkan Lebaran 2023,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 2 Mei 2023. Inflasi yang lebih rendah pada momen Lebaran tahun ini disebabkan penurunan andil inflasi dari kelompok pangan. Pada April lalu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil inflasi sebesar 0,09 persen, sedangkan pada Mei 2022 andilnya mencapai 0,20 persen. Hal ini sejalan dengan penjelasan Margo. Ia mengatakan bahwa pasokan komoditas hortikultura tahun ini relatif terjaga karena ditopang oleh aktivitas panen sepanjang Maret sampai April 2023. Hal ini tercermin dari deflasi cabai merah dan cabai rawit yang meredam tingkat inflasi umum. Kemudian, kenaikan beberapa komoditas pangan pada April 2023 relatif lebih rendah dibandingkan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Sumbangan terbesar pada inflasi Lebaran tahun ini berasal dari kelompok transportasi, yakni sebesar 0,11 persen. Kenaikan inflasi kelompok transportasi merupakan konsekuensi dari mobilitas mudik masyarakat yang membludak untuk menyambut Lebaran.
مزید پڑھ »
April 2023, Riau Alami Deflasi 0,02 Persen |Republika OnlineInflasi tahunan Kota Dumai menempati urutan tertinggi.
مزید پڑھ »
Inflasi Masih Tinggi, IMF Ingatkan Bank Sentral Tetap HawkishIMF mengatakan bahwa ekspektasi inflasi menjauh dari target inflasi bank sentral.
مزید پڑھ »
Pemprov Kalteng Raih Penghargaan BerAKHLAK Kategori Pemda Provinsi 2022 |Republika OnlinePemprov Kalteng meraih penghargaan BerAKHLAK sebagai juara 1 tingkat nasional.
مزید پڑھ »
BPS Umumkan Data Inflasi April Siang Ini, Ramadan dan Idulfitri Diproyeksi Jadi PendorongSecara musiman, laju inflasi pada bulan yang bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri akan mengalami kenaikan yang tinggi.
مزید پڑھ »
BPS: Inflasi Bulanan April 2023 Capai 0,33 PersenBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sebesar 0,33 persen pada April 2023 (month-to-month/mtm).
مزید پڑھ »