Proyeksi kebutuhan bijih nikel untuk baterai setrum itu naik dua kali lipat dari perkiraan permintaan pada 2025 sebesar 25.133 ton.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian memproyeksikan kebutuhan nikel kadar rendah atau limonite untuk memenuhi target manufaktur baterai kendaaraan listrik jenis NMC 811 mencapai 59.506 ton pada 2035 mendatang.
Asumsinya, terdapat sekitar 6 juta kendaraan listrik roda dua yang sudah beredar di tengah masyarakat yang diikuti dengan 400.000 mobil listrik pada 2025 mendatang. Kebutuhan nikel untuk baterai listrik itu bakal naik signifikan seiring dengan proyeksi pembelian kendaraan roda dua dan roda empat listrik masing-masing di angka 12 juta dan 1 juta pada 2035. Sementara itu, Kemenperin menetapkan daya setrum untuk kendaraan listrik roda dua sebesar 1,44 kWh dan roda empat di level 60 kWh.
Berdasarkan data milik Kemenperin, baru terdapat tiga smelter HPAL yang telah beroperasi saat ini, di antaranya milik PT Huayue Nickel Coblat, PT QMB New Energy Material, serta PT Halmahera Persada Lygend. Sementara itu, pabrik HPAL milik PT Kolaka Nickel Indonesia masih dalam tahap studi kelayakan yang ditarget beroperasi komersial pada 2026.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Edisi Daring Canton Fair Ke-133 Pamerkan Produk Bermutu untuk Mendukung Tumbuh-Kembang Anak yang Sehat Sekitar 400 perusahaan memamerkan produk bermutu tinggi bagi ibu hamil dan bayi di edisi daring (online) China Import and Export Fair ('Canton Fair' ...
مزید پڑھ »
OJK optimistis industri asuransi siap terapkan PSAK 74 pada 2025Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri asuransi siap menerapkan Penerapan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 tentang Kontrak Asuransi pada 1 ...
مزید پڑھ »
Korsel jadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2024-2025Korea Selatan pada Selasa (6/6) terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk masa jabatan dua tahun, yakni untuk 2024-2025. Baca selengkapnya:
مزید پڑھ »
Bank Dunia: Ekonomi RI Bisa Salip China & AS di 2024-2025Bank Dunia atau World Bank memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melaju lebih cepat dibandingkan Amerika Serikat dan China mulai 2024. Amin kan yuk!
مزید پڑھ »
Kepala Bappenas Beberkan Strategi Pengentasan Kemiskinan 2025-2045: Pendekatannya Akan BerbedaKepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, selain kemiskinan ekstrem, di Indonesia juga ada kemiskinan lain yakni kemiskinan desil satu dan desil dua.
مزید پڑھ »
Kemenangan Persis Rekrut Ramadhan SanantaPemain yang berposisi sebagai penyerang tersebut akan terikat kontrak bersama Persis hingga Mei 2025.
مزید پڑھ »