Miliarder Israel, Idan Ofer, dan istrinya, Batia, dikabarkan mundur dari jajaran Dewan Eksekutif Harvard sebagai wujud protes.
Mereka mengecam sikap pemimpin kampus tersebut yang dinilai 'lembek' dalam merespons konflik Israel-Palestina.
Kendati demikian, pernyataan tersebut tersebut bukan menjadi alasan utama Idan mundur dan mengkritik Harvard. Menurut salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya kepada CNN, Idan disebut mundur karena sikap para pemimpin Harvard yang 'lembek' dalam merespon serangan Hamas terhadap Palestina. Menurut Idan, sebagai salah satu institusi terbesar di dunia, Harvard mempunyai tanggung jawab moral untuk bersikap tegas di tengah hadirnya berbagai disinformasi di media sosial.Idan Ofer adalah putra dari miliarder Sammy Ofer, yang pernah menjadi orang terkaya Israel. Sammy meninggal pada tahun 2011. Menurut Forbes, Idan memiliki mayoritas saham di Israel Corp, yang merupakan konglomerasi di bidang energi, pengiriman, dan kimia.
Kala itu, Claudine mengatakan bahwa kampus menolak segala bentuk terorisme, termasuk tindakan keji yang dilakukan Hamas. Ia menjelaskan Harvard tidak menerima segala bentuk kebencian.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
China Siap Jadi Juru Damai dalam Konflik Israel-PalestinaJubir Kemenlu China menyinggung perang Israel dan Hamas merupakan peristiwa yang berulang karena proses perdamaian di Timur Tengah yang keluar dari jalur.
مزید پڑھ »
Pemerintah Indonesia Evakuasi 4 WNI dari Israel, 129 Orang Belum Mau Tinggalkan Wilayah KonflikPemerintah Indonesia telah mengevakuasi empat WNI dari Israel. Sementara 129 lainnya yang berada di wilayah Israel dan Palestina belum mau dievakuasi.
مزید پڑھ »
Kemenag Imbau Salat Ghaib untuk Korban Konflik Israel-PalestinaKemenag mengimbau masyarakat muslim Indonesia untuk mendirikan salat ghaib yang ditujukan untuk para korban jiwa konflik Israel-Palestina.
مزید پڑھ »
Kemlu: 134 WNI Ada di Zona Konflik Israel-PalestinaKementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, mengkonfirmasi bahwa ada 134 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di wilayah konflik Israel-Palestina.
مزید پڑھ »
Elon Musk Bisa Boncos Gegara Konflik Hamas-IsraelKonflik Hamas-Israel bisa bikin Elon Musk keluar duit denda. Komisi Eropa sedang investigasi. Simak!
مزید پڑھ »