Kemenkes: Jumlah Perokok Indonesia Terbanyak Ketiga di Dunia |Republika Online

پاکستان خبریں خبریں

Kemenkes: Jumlah Perokok Indonesia Terbanyak Ketiga di Dunia |Republika Online
پاکستان تازہ ترین خبریں,پاکستان عنوانات
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 73 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 33%
  • Publisher: 63%

Jumlah perokok usia remaja di Indonesia juga terus meningkat.

Wamenkes menegaskan bahwa angka perokok aktif ini dapat meningkatkan jumlah kasus penyakit tidak menular di Indonesia dan berujung pada biaya besar yang membebani pengobatannya. BPJS Kesehatan telah mencatat bahwa pengeluaran terbesar digelontorkan untuk penyakit jantung, stroke, dan kanker yang diakibatkan oleh rokok.

"Biasanya sebabnya mereka yang mau berhenti merokok ini karena sudah kena batunya, ada yang sakit jantung, diabetes, hipertensi, paru-paru, baru mereka berhenti merokok," imbuhnya.Menanggapi temuan ini, Pelaksana Harian Wali Kota Bandung menekankan peran penting Kawasan Tanpa Rokok untuk mengatur konsumsi rokok, baik dari aspek perlindungan kesehatan maupun dampak sosial ekonomi masyarakat, terutama pada generasi muda.

Dia mengatakan, meski tidak ada regulasi yang secara langsung melarang warga untuk merokok, namun dia meminta masyarakat khususnya anak-anak remaja untuk lebih bijak dalam mengonsumsi barang berbahan dasar tembakau tersebut. Dia juga mengingatkan bahwa mengonsumsi rokok secara berlebihan hanya akan membawa dampak buruk pada tubuh, juga orang-orang sekitar yang menghirup kandungan berbahaya dari rokok.

"Kita tidak melarang orang merokok tapi bijak lah, karena ada tempat yang dibebaskan, tapi ada juga kawasan bebas rokok dan harap dipatuhi. Pokoknya jangan sampai merugikan orang lain," kata Ema. Sebagai tambahan, berdasarkan riset kesehatan dasar , ditemukan bahwa prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2 persen, pada 2013, menjadi 9,1 persen pada 2018. Wamenkes Dante mengatakan, dari temuan ini mengharuskan Indonesia untuk melakukan implementasi mulai dari berbagai peraturan kebijakan, evaluasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok.

ہم نے اس خبر کا خلاصہ کیا ہے تاکہ آپ اسے جلدی سے پڑھ سکیں۔ اگر آپ خبر میں دلچسپی رکھتے ہیں تو آپ مکمل متن یہاں پڑھ سکتے ہیں۔ مزید پڑھ:

republikaonline /  🏆 16. in İD

پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات

Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔

Karyawan Dipangkas hingga 3.400 Orang, Bos Garuda Sebut Tidak Lewat PHKKaryawan Dipangkas hingga 3.400 Orang, Bos Garuda Sebut Tidak Lewat PHKGaruda Indonesia melakukan efisiensi jumlah karyawan selama 2 tahun terakhir imbas pandemi COVID-19.
مزید پڑھ »

DPR Minta Tambah Pesawat, Ini Kata Bos Garuda IndonesiaDPR Minta Tambah Pesawat, Ini Kata Bos Garuda IndonesiaEmiten maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) diminta untuk menambah jumlah armada pesawat
مزید پڑھ »

Jumlah Agen Asuransi Jiwa Merosot 100.000 Lisensi, AAJI Ungkap PenyebabnyaJumlah Agen Asuransi Jiwa Merosot 100.000 Lisensi, AAJI Ungkap PenyebabnyaAsosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat terjadi penurunan jumlah agen berlisensi di Tanah Air.
مزید پڑھ »

Sinyal Golkar dan PAN Gabung Koalisi GerindraGerindra memberikan sinyal Koalisi Indonesia Raya (KIR) masih mungkin untuk menambah jumlah personel.
مزید پڑھ »

Perkuat RUU Kesehatan untuk Menekan Prevalensi Perokok AnakPerkuat RUU Kesehatan untuk Menekan Prevalensi Perokok AnakRUU Kesehatan dinilai dapat menjadi instrumen hukum yang kuat untuk melarang penjualan rokok eceran atau batangan. Harapannya, prevalensi merokok anak-anak menurun. Kesehatan AdadiKompas Kompas58
مزید پڑھ »

Waspada, Efek Merokok Baru Terasa 10 Hingga 20 Tahun KemudianWaspada, Efek Merokok Baru Terasa 10 Hingga 20 Tahun Kemudian'Risiko perokok aktif mengalami kanker paru adalah 13,6 kali lipat dibandingkan yang tidak merokok, sedangkan perokok pasif risikonya adalah empat kali lipat.'
مزید پڑھ »



Render Time: 2025-04-04 23:55:58