Sandhy Sondoro membagikan ceritanya melewati masa sulit ketika peristiwa Mei 1998 di mana saat itu dirinya masih menempuh pendidikan tinggi di Jerman.
Melalui berita yang disiarkan di televisi di Jerman, Shandy mendapatkan gambaran mengenai keadaan Indonesia terutama di Jakarta saat Mei 1998. Ia mengakui bahwa saat itu dirinya ikut cemas terhadap kondisi Indonesia walaupun berada di luar negeri.
Pada 1998, Shandy lulus dari pendidikan arsitektur di Jerman. Mengingat keadaan Jakarta yang belum pulih dari kerusuhan, dia memilih menetap di Jerman dan kemudian merintis karier sebagai musisi lepas. Walaupun tinggal di luar negeri, ujar dia, bukan berarti para diaspora Indonesia dapat menjalani hidup secara mudah pada masa tersebut.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Para Korban Pemerkosaan Mei 1998 Menanti PenjelasanKorban kekerasan seksual Tragedi Mei 1998 yang masih hidup mempertanyakan mengapa mereka dikorbankan. Namun, mereka tidak mungkin mengungkapkan keingintahuan itu secara langsung ke publik karena tidak ada perlindungan. Polhuk AdadiKompas
مزید پڑھ »
Nostalgia Mei 1998Nostalgia Mei 1998 harus disertai sikap kritis dan reflektif. Berusaha memperbaiki ketidakadilan struktural yang mungkin memainkan peran dalam peristiwa itu lebih penting daripada sekadar mengembalikan kondisi masa lalu. Opini AdadiKompas
مزید پڑھ »
Korban Kerusuhan 1998, Saling Berbagi Keluh Kesah dan Berikhtiar Bangkit BersamaIbu-ibu korban kerusuhan 1998 berusaha sekuat tenaga bangkit dari trauma kehilangan keluarganya. Diawali dari kebutuhan mencari keadilan atas peristiwa pelanggaran HAM berat itu, mereka membentuk sistem pendukung. Polhuk AdadiKompas
مزید پڑھ »
Gerindra Tunjuk Eks Anggota Komnas HAM Munafrizal Jadi Jubir HAM dan Konstitusi | merdeka.comMunafrizal merupakan mantan aktivis 1998 dan lama bekerja di Mahkamah Konstitusi (MK).
مزید پڑھ »
Jelang Pemilu 2024, Gerindra Angkat Eks Komisioner Komnas HAM Jadi JubirGerindra terus panaskan mesin politiknya sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024. Mereka rekrut eks aktivis 1998 sekaligus mantan Komisioner Komnas HAM Munafarizal Manan
مزید پڑھ »