Laporan: Jumlah Kelompok Antipemerintah Melonjak di AS

پاکستان خبریں خبریں

Laporan: Jumlah Kelompok Antipemerintah Melonjak di AS
پاکستان تازہ ترین خبریں,پاکستان عنوانات
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 76 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 34%
  • Publisher: 63%

Organisasi ekstremis antipemerintah di Amerika Serikat melonjak pada tahun lalu, meskipun beberapa kelompok milisi telah dibubarkan dan jumlah kelompok pembenci menurun.

Organisasi ekstremis antipemerintah di Amerika Serikat melonjak pada tahun lalu, meskipun beberapa kelompok milisi telah dibubarkan dan jumlah kelompok pembenci menurun, demikian menurut laporan baru yang dirilis oleh Southern Poverty Law Center pada Selasa .

SPLC mencatat terdapat 702 kelompok antipemerintah pada 2022, naik 44 persen dari 488 pada 2021. Angka tersebut adalah jumlah tertinggi sejak 2015.Lonjakan tersebut terutama didorong oleh pembentukan kelompok hak asasi orang tua konservatif, Moms for Liberty, dan 11 "kelompok antisiswa inklusi" lainnya, menurut Travis McAdam, analis riset senior di Proyek Intelijen SPLC.

Di situs webnya, Moms for Liberty mengatakan kelompok itu "didedikasikan untuk memperjuangkan kelangsungan hidup Amerika dengan menyatukan, mendidik, dan memberdayakan orang tua untuk mempertahankan hak mereka sebagai orang tua di semua tingkat pemerintahan." Ditanya tentang masuknya Moms for Liberty ke dalam daftar kelompok pembenci yang disusun oleh SPLC, pendiri Moms for Liberty, Tiffany Justice dan Tina Descovich mengatakan dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada VOA bahwa "Melabeli orang tua yang ingin menjadi bagian dari pendidikan anak-anak mereka sebagai 'kelompok pembenci' atau 'fanatik' semakin menguatkan tujuan perjuangan ini: Siapa yang pada dasarnya bisa memutuskan apa yang diajarkan kepada anak-anak kita...

Lonjakan jumlah kelompok antipemerintah terjadi bahkan ketika jumlah kelompok milisi yang dirujuk SPLC sebagai "sayap paramiliter gerakan antipemerintah," menyusut pasca serangan 6 Januari 2021 di Gedung Kongres Amerika Serikat . SPLC mengidentifikasi 61 kelompok milisi aktif pada 2022, turun dari 92 yang tercatat pada 2021.

ہم نے اس خبر کا خلاصہ کیا ہے تاکہ آپ اسے جلدی سے پڑھ سکیں۔ اگر آپ خبر میں دلچسپی رکھتے ہیں تو آپ مکمل متن یہاں پڑھ سکتے ہیں۔ مزید پڑھ:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات

Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔

Tabrak Bodi Mobil dari Belakang, WNA Amerika Serikat Tikam Pengemudi hingga BerdarahTabrak Bodi Mobil dari Belakang, WNA Amerika Serikat Tikam Pengemudi hingga BerdarahSeorang WNA (Warga Negara Asing) Amerika Serikat (AS) bernama Montesinos Etienre Siro berurusan dengan hukum. Dia kini sudah ditahan di Mapolres Badung terkait kasus penganiayaan yang dilakukanya terhadap pengemudi mobil Honda Brio, I Gusti Agung Widia, 29, di seputaran Jalan Raya Sibang Gede, Abian
مزید پڑھ »

Air India Rute Amerika Serikat Mendarat Darurat di RusiaPesawat Air India yang terbang dari Delhi ke San Francisco, AS., terpaksa dialihkan dan mendarat di Rusia setelah mengalami masalah mesin.
مزید پڑھ »

Rusia Tuduh AS Sokong Organisasi Teroris di Afghanistan: Washington Inginkan DestabilisasiRusia Tuduh AS Sokong Organisasi Teroris di Afghanistan: Washington Inginkan DestabilisasiMenteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Amerika Serikat (AS) menyokong organisasi-organisasi teroris di Afghanistan, termasuk ISIS dan Al-Qaida.
مزید پڑھ »

King Dolar Runtuh, Rezim Mata Uang Baru Bakal MunculKing Dolar Runtuh, Rezim Mata Uang Baru Bakal MunculDolar Amerika Serikat (AS) masih sangat mendominasi di dunia, baik dari segi perdagangan hingga cadangan devisa.
مزید پڑھ »

Pandji Pragiwaksono Coba Peruntungan Stand Up di New YorkPandji Pragiwaksono Coba Peruntungan Stand Up di New YorkPandji Pragiwaksono mencoba peruntungan dengan berkarir di New York, Amerika Serikat.
مزید پڑھ »

Apple Bakal Tambah 15 Toko Baru di Asia, Ada Indonesia?Apple Bakal Tambah 15 Toko Baru di Asia, Ada Indonesia?Apple, produsen teknologi asal Amerika Serikat berencana memperluas jaringan ritelnya dengan menambah jumlah toko di Asia.
مزید پڑھ »



Render Time: 2025-04-03 23:39:31