Keterbatasan model electronic vehicle (EV) atau kendaraan listrik menjadi salah satu alasan mobil listrik masih sepi peminat dan penjualannya masih rendah di Indonesia.
Saat ini, Indonesia belum memiliki EV dengan harga yang terjangkau. EV jauh lebih mahal dari kendaraan berbahan bakar minyak dengan kualitas setara bahkan perbedaannya bisa mencapai 30-40 persen.
“Kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah, mungkin 1/5 nya dari Malaysia. Malaysia dengan penduduk sekitar 32 juta penjualannya sekitar 720.000. Jadi kita masih mempunyai pasar ke depan dengan ekonomi yang lebih luas lagi,” ucapnya. Isu peningkatan kesadaran mengenai isu lingkungan juga disebutnya akan menjadi faktor yang mendorong minat konsumen terhadap EV. Termasuk juga tren global yang akan menyediakan model EV sesuai dengan pasar Indonesia.
Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan untuk pembelian kendaraan listrik roda dua, yakni berupa potongan harga senilai Rp7 juta untuk pembelian satu unitroda dua. Bantuan sebesar Rp7 juta juga diberikan untuk konversi sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Ridwan Kamil Minta Hyundai Produksi Bus Listrik di IndonesiaRidwan Kamil meminta Hyundai tidak hanya memproduksi mobil listrik, tetapi juga bus listrik.
مزید پڑھ »
Pemilik Mobil Listrik, Jangan Sampai Baterai 0 PersenMinimal antara 10 persen sampai 15 persen dan maksimal sekitar di 90 persen hingga 95 persen, demi menjaga masa kerja baterai mobil listrik.
مزید پڑھ »
Kalah Bersaing dengan Mobil Listrik, Mitsubishi Perpanjang Penghentian Produksi di China |Republika OnlineProdusen mobil Jepang menghadapi krisis penjualan di China.
مزید پڑھ »
Subsidi Mobil Listrik Dikritik, Sri Mulyani: RI Tak Boleh Jadi Penonton!Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab kritikan dari sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai kebijakan subsidi kendaraan listrik.
مزید پڑھ »
Ahli: Subsidi Mobil dan Motor Listrik Tidak Tepat Sasaran, Harusnya untuk Transportasi UmumAhli: Subsidi Mobil dan Motor Listrik Tidak Tepat Sasaran, Harusnya untuk Transportasi Umum: Subsidi untuk kendaraan listrik seperti mobil dan motor dinilai salah sasaran. Dinilai subsidi harusnya untuk transportasi umur.
مزید پڑھ »
Raksasa Mobil Listrik Cina BYD Bakal Investasi di Indonesia, Ini Respons Bos KadinKetua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid menyambut positif rencana investasi BYD di Indonesia.
مزید پڑھ »