NASA menjelaskan penyebab suhu Venus yang bisa mencapai lebih dari 400° Celsius atau bak neraka bocor.
, JAKARTA - NASA menjelaskan penyebab planet Venus bisa memiliki suhu permukaan yang rata-rata mencapai lebih dari 400° Celsius bak"neraka bocor".
Dalam perbandingan dengan Bumi, Venus merupakan planet yang panas dan tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal. Faktor utama yang menyebabkan suhu Venus yang ekstrem adalah efek rumah kaca yang besar di atmosfer planet tersebut. Scientist NASA Amy Hofmann menjelaskan suhu rata-rata permukaan Venus mencapai 870° Fahrenheit , membuatnya menjadi salah satu tempat terpanas dalam tata surya kita. Perbedaan ini dengan suhu Bumi yang lebih moderat karena perbedaan komposisi atmosfer di kedua planet tersebut.Atmosfer Bumi terdiri secara dominan dari nitrogen dan oksigen . Meskipun atmosfer Bumi juga mengandung karbondioksida sekitar 0,04 persen, jumlahnya tidak signifikan untuk menciptakan efek rumah kaca yang besar.
Namun, Venus memiliki kondisi atmosfer yang sangat berbeda. Lebih dari 96 persen atmosfer Venus terdiri dari CO
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Ukraina Akhirnya Diberi Radar VERA-EG, Bisa Deteksi Musuh hingga 400 KmPerang Rusia vs Ukraina hari ini, Ukraina akhirnya mendapat sistem rada VEAR-EG, bisa deteksi musuh hingga 400 km.
مزید پڑھ »
Suhu Global Awal Juni 2023 Lewati Ambang Batas 1,5 Derajat CelsiusEl Nino baru saja dimulai, tetapi suhu rata-rata di seluruh dunia telah melampaui ambang batas 1,5 derajat celsius. Iptek AdadiKompas Kompas58
مزید پڑھ »
Volume Sampah Plastik di Laut Menggila, Setara 2.200 Truk BesarLebih dari 400 juta ton sampah plastik diproduksi setiap tahun di seluruh dunia dengan sepertiganya digunakan hanya sekali, sementara kurang dari 10 % yang didaur ulang.
مزید پڑھ »
NASA Temukan Fosfor Bahan Utama Kehidupan di Bulan SaturnusTemuan itu didasarkan pada kajian data yang dikumpulkan oleh NASA's Cassini probe, dan diterbitkan di jurnal bergengsi Nature, Rabu (14/6)
مزید پڑھ »