Laporan ke OJK Sulteng didominasi aduan perbankan dan perusahaan pembiayaan.
Ia menjelaskan, pada kuartal I 2023, OJK Sulteng telah melayani 2.483 permintaan informasi debitur dan menerima 223 layanan konsumen. Sebanyak 193 layanan baik pengaduan maupun laporan telah diselesaikan, sedangkan 30 pengaduan lainnya diselesaikan melalui mekanisme penyelesaian pengaduan di Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen yang telah dirilis sejak 1 Januari 2021.
Menurut dia, dari seluruh pengaduan layanan yang diterima oleh OJK Sulteng, yang masih mendominasi, yakni dari perbankan dan perusahaan pembiayaan dengan permasalahan terkait pelaporan informasi debitur dan restrukturisasi kredit. Triyono juga mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam pinjamanSejak 2018 hingga 2022, kata dia, kerugian masyarakat yang tercatat di Sekretariat Tim Satgas Waspada Investasi adalah sebesar Rp 126,04 triliun.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Milan Harap-harap Cemas Menunggu Leao Pulih Jelang Lawan InterLeao berpeluang absen membela Milan saat melawan Inter di semifinal Liga Champions. Namun Pioli memilih menunggu kondisi sang striker hingga jelang laga.
مزید پڑھ »
Negosiasi Damai Militer dan Paramiliter di Jeddah Belum Selesai, Rakyat Sudan Harap-harap CemasArab Saudi mengatakan negosiasi pra-perundingan dimulai hari Sabtu dan akan dilanjutkan beberapa hari mendatang dengan harapan mencapai gencatan senjata
مزید پڑھ »
Enam Ribu Jamaah Haji Israel Berangkat ke Tanah Suci Setiap Tahun |Republika OnlineIsrael harap penerbangan langsung untuk jamaah hajinya.
مزید پڑھ »
Beri Tambahan Waktu, OJK Tagih Komitmen Pemegang Saham Kresna LifeOJK menagih komitmen pemegang saham Kresna Life untuk menyelesaikan program konversi klaim jadi pinjaman subordinasi.
مزید پڑھ »
Sstt...Bos OJK Bocorin Soal IPO PHE dan Palm Co NihOtoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kabar terbaru terkait IPO PHE dan Palm Co di BEI
مزید پڑھ »
Syarat Modal Asuransi hingga Rp1 T Dikeluhkan Pelaku Usaha, Ini AlasannyaOJK sedang merancang kenaikan ekuitas atau modal minimum perusahaan asuransi menjadi Rp1 triliun per 2026 mendatang.
مزید پڑھ »