Dosen Program Studi Informatika, FMIPA, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Winarno, menyebut banyak instansi besar, termasuk perbankan, masih menganggap remeh soal potensi serangan keamanan siber.
Hal itu disampaikan Winarno menyikapi munculnya serangan ransomware yang diduga dialami oleh Bank Syariah Indonesia akhir-akhir ini. Winarno mengkritik banyak instansi besar yang cenderung menganggap remeh masalah keamanan siber, terutama karena biaya sertifikasi serta pelatihan yang mahal untuk satu staf saja.kepada BSI menjadi evaluasi literasi digital seluruh lapisan masyarakat mulai dari nasabah, pihak perbankan serta pemerintah.
Selain perlu mencari pekerja yang mampu, Winarno menegaskan instansi perlu mencari SDM yang berintegritas. Menyusul adanya kekhawatiran dari nasabah, Winarno menyarankan BSI segera mengajak nasabah mereka untuk mengganti
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Indonesia Bertemu Jepang dan Vietnam di Piala Asia, Erick: Berjuang Sampai Pluit Terakhir |Republika OnlineErick Thohir sebut Timnas Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif.
مزید پڑھ »
Makin Canggih, Ini Tips dari Pakar untuk Hindari Serangan Malware dan RansomwareAkibatnya berbagai layanan perbankan digital mereka tidak bisa digunakan selama lebih dari tiga harimediaindonesia referensiangsa BSI Sumber:
مزید پڑھ »
Rafel Alun Tersangka Pencucian Uang, Pakar: Pelaku TPPU Bisa DimiskinkanMantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo menghadapi kasus hukum baru.
مزید پڑھ »
Pakar Berharap Vonis Pengadilan Tinggi Kasus Sabu Teddy Minahasa Bersandar pada Pembuktian, Bukan Sebatas PengakuanTeddy Minahasa akhirnya lolos dari hukuman mati. Majelis hakim PN Jakbar menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap terdakwa kasus penilapan barang bukti sabu-sabu itu.
مزید پڑھ »
Pemprov DKI 'Ogah' Terlibat Formula E 2023, Ada Apa? |Republika OnlineSekda sebut Pemprov DKI enggan terlibat sama sekali dengan Formula E 2023.
مزید پڑھ »