Pemilu Turki bukan lagi tentang dikotomi Islam politik dan sekularisme

پاکستان خبریں خبریں

Pemilu Turki bukan lagi tentang dikotomi Islam politik dan sekularisme
پاکستان تازہ ترین خبریں,پاکستان عنوانات
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 75 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 33%
  • Publisher: 78%

Petahana Recep Tayyip Erdogan memang mengumpulkan suara terbanyak dari pemilihan presiden Turki pada 14 Mei, tetapi tak bisa langsung memenangkan pemilu itu ...

Calon presiden Turki usungan Aliansi Ata yang berhaluan kanan ekstrem, Sinan Ogan, dalam wawancara dengan Reuters di Ankara, Turki, pada 15 Mei 2023. Selain menjadi"king maker" atau penentu dalam pemilihan presiden Turki pada 28 Mei nanti, Ogan juga menjadi salah satu perlambang mengenai semakin besar dan kuatnya pengaruh kaum nasionalis dalam politik Turki.

Akan halnya Kilicdaroglu yang diusung koalisi Aliansi Nasional yang beroposisi dengan Erdogan dan beranggotakan enam partai dipimpin Partai Rakyat Republik , mengumpulkan 45 persen, jauh di bawah hasil berbagai jajak pendapat sebelum pemilu. Erdogan bahkan menangguk 70 persen suara Provinsi Konya yang menjadi satu dari tiga provinsi terbesar di Turki dan berpenduduk mayoritas kaum religius.

Hal itu ditambah oleh sikapnya yang mendorong dialog dengan minoritas Kurdi, yang ditentang keras oleh kaum nasionalis yang belakangan menjadi warna dominan dalam spektrum politik Turki. Kaum nasionalis pimpinan Devlet Bahceli dari Partai Gerakan Nasionalis adalah mitra terpenting Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan .

Partai yang didirikan oleh pensiunan tentara bernama Alparslan Turkes pada 1960-an itu awalnya partai gurem. Lama kelamaan membesar dengan garis nasionalis yang lebih lembut setelah Devlet Bahceli memimpin partai itu. Namun, kemesraan MHP dengan Erdogan-AKP tidak disukai sejumlah tokoh MHP yang lain. Mereka kemudian membentuk Partai Iyi, sedangkan lainnya memutuskan jalan seperti, termasuk Sinan Ogan yang bakal menjadi penentu pilpres putaran kedua nanti.

Meskipun begitu, dalam awal-awal perang saudara di Suriah dan perang global melawan ISIS, Turki masih menoleransi pejuang Kurdi di Suriah dan Irak, hanya karena pasukan Kurdi sangat diandalkan Amerika Serikat dan Barat dalam melawan ISIS dan pasukan Presiden Suriah Bashar Al Assad.

ہم نے اس خبر کا خلاصہ کیا ہے تاکہ آپ اسے جلدی سے پڑھ سکیں۔ اگر آپ خبر میں دلچسپی رکھتے ہیں تو آپ مکمل متن یہاں پڑھ سکتے ہیں۔ مزید پڑھ:

antaranews /  🏆 6. in İD

پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات

Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔

Update Pemilu Turki! Erdogan Menang Sementara, 2 PutaranUpdate Pemilu Turki! Erdogan Menang Sementara, 2 PutaranPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan menang sementara dalam pemilu Turki.
مزید پڑھ »

Pemilu Turki, Erdogan Terima Kemungkinan Pemilu SusulanPemilu Turki, Erdogan Terima Kemungkinan Pemilu SusulanRecep Tayyip Erdogan klaim memenangkan 'mayoritas suara' di pilpres, tapi siap untuk kemungkinan putaran kedua melawan rival utamanya, Kemal Kilicdaroglu.
مزید پڑھ »

Article headlineGELORA.CO - Pemilu Tukiye telah berakhir. Hasil yang diumumkan Dewan Pemilu Turki menempatkan petahana Presiden Recep Tayyip Erdogan mampu ...
مزید پڑھ »

Jika Erdogan Kalah, Ini Dampaknya |Republika OnlineJika Erdogan Kalah, Ini Dampaknya |Republika OnlinePemilu Turki tak hanya menentukan masa depan negara itu tapi juga di luar perbatasan
مزید پڑھ »

Presiden Turki Apresiasi Pemilu Berjalan Damai dan TenangPresiden Turki Apresiasi Pemilu Berjalan Damai dan TenangPresiden Turki mengapresiasi perjalanan pemilu yang damai dan tenang. Ia juga meminta semua pihak tidak terburu-buru mengumumkan hasil pemilu.
مزید پڑھ »



Render Time: 2025-04-01 00:44:57