Manipulasi opini publik dengan memanfaatkan sentimen identitas di media sosial tidak hanya terjadi pada pelemahan KPK, tetapi juga Pilpres 2019. Sangat mungkin pola yang sama juga akan dipraktikkan dalam Pemilu 2024. Opini AdadiKompas
untuk menarik sentimen publik. Masih segar dalam ingatan kita salah satu konten yang saat itu viral adalah gambar struktur organisasi yang menerangkan bagaimana keterkaitan sebagian penyidik dan komisioner KPK dengan organisasi Taliban. Gambar sedemikian canggih tentu membutuhkan ahli untuk memproduksinya.
Uraian kedua sarjana tersebut menjadi relevan dengan situasi Indonesia di mana elite politik telah menggunakan sentimen berbasis identitas agama dalam tiga pemilu: Pemilu 2014, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, dan Pemilu 2019 yang sukses melahirkan polarisai politik. Selama sekurangnya lima tahun terakhir, berbagai ilmuwan politik telah memberikan peringatan atas ancaman polarisasi politik ini.
Di sini kita mengerti mengapa propaganda keberadaan Taliban atau kelompok Islam garis keras di dalam KPK berhasil. Dalam temuan penelitian kami, tagar KPK dan Taliban telah berhasil memengaruhiLebih dari itu, patut diduga bahwa pelabelan Islam garis keras itu juga memengaruhi sentimen publik secara umum. Survei yang dimuat di harianpada 16 September 2019 menemukan bahwa mayoritas publik mendukung revisi UU KPK jauh lebih tinggi daripada mereka yang menolaknya .
Di berbagai negara, manipulasi opini publik yang memproduksi beragam disinformasi telah terbukti mengancam kualitas demokrasi.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Sebut KPK Jadi Senjata Jokowi di Pilpres 2024, Denny Indrayana Dinilai TendensiusKaryono menyebut, agar tidak terkesan berpihak Denny tentu harus membuktikan pernyataan tersebut. Menurutnya, siapa yang mendalilkan maka dia yang harus membuktikan.
مزید پڑھ »
Sudah 4 Tahun Beruntun tidak Naik, Segini Gaji PNS SekarangTerakhir gaji dinaikkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.
مزید پڑھ »
Berkaca pada Tren Tahun Sebelumnya, Kapan Puncak Arus Balik Pemudik Angkutan Lebaran 2023?Korlantas Polri dan Menteri Perhubungan memprediksi bahwa puncak arus balik libur Lebaran tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama terjadi pada 24-25 April 2023 atau H+1 dan H+2, dan gelombang kedua akan terjadi pada tanggal 30 April (H+7) dan 1 Mei (H+8). Apabila mengacu pada tahun 2022 dan 2019, pergerakan penumpang angkutan Lebaran mengalami kenaikan pada hari pertama hingga hari kelima setelah Idulfitri. Peningkatan tersebut menandakan bahwa arus balik telah dimulai, setelah sebelumnya jumlah penumpang sempat memuncak pada masa arus mudik. Setiap jenis transportasi memiliki pola tersendiri terkait kenaikan jumlah penumpang arus balik, meski ada sedikit kemiripan. Sebagai contoh, angkutan bus mengalami puncak jumlah penumpang arus balik pada H+2 di 2019 dan H+5 di 2022. Kemudian puncak arus balik pada angkutan udara terjadi pada H+3 di 2019 dan H+5 pada tahun lalu. Perbedaan pola setiap tahunnya terjadi karena menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan Idulfitri dan periode cuti bersama. Sebagai contoh, pada 2019 dan 2022 masa libur Lebaran lebih padat, yakni dalam satu pekan secara utuh. Hal ini karena pada 2019, Idulfitri jatuh pada Rabu dan Kamis, kemudian pada 2022, hari raya jatuh pada Senin dan Selasa. Sedangkan cuti bersama pada dua tahun itu jatuh pada hari-hari kerja di minggu pelaksanaan Idulfitri, alhasil masa libur terjadi dalam satu pekan secara utuh. Sedangkan pada tahun ini, puncak arus balik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, meski hari ini cuti bersama Idulfitri telah berakhir. Hal ini karena Senin, 1 Mei 2023 merupakan tanggal merah sehingga long weekend ini diperkirakan akan dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk memperpanjang masa liburnya. Bahkan pada kemarin, yang notabene H+1 Idulfitri, masih ada puluhan ribu penumpang kereta yang berangkat meninggalkan Jakarta dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir.
مزید پڑھ »
PAN Sebut KIB Bertemu pada Kamis dalam Silaturahim Lebaran, Ini Tiga AgendanyaSalah satu agendanya adalah mematangkan proses pengambilan keputusan soal pasangan calon yang diusung di Pilpres 2024.
مزید پڑھ »
Gelar Tasyakuran, Golkar DIY Sebut Koalisi Besar Tetap Solid untuk Pilpres 2024DPD Golkar DIY menyampaikan, keputusan tidak hadirnya koalisi besar, dalam pengumuman capres Ganjar Pranowo merupakan salah satu wujud solidnya koalisi tersebut
مزید پڑھ »