Polisi Didesak Usut Kematian Perempuan Pendeta di Maluku

پاکستان خبریں خبریں

Polisi Didesak Usut Kematian Perempuan Pendeta di Maluku
پاکستان تازہ ترین خبریں,پاکستان عنوانات
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 65 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 29%
  • Publisher: 70%

Kekerasan dalam rumah tangga masih terus menjadi momok bagi perempuan. Tak peduli apa pun profesinya, sejumlah perempuan menjadi korban KDRT. Sosialisasi dan implementasi UU tentang Penghapusan KDRT sangat penting. Dikbud AdadiKompas

Perahu motor milik nelayan asal Pulau Lirang, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, yang menjadi sarana transportasi ke Dili, ibu kota Timor-Leste, awal April 2016.

Oleh karena itu, Aliansi Sahabat Flo , yang terdiri dari personal dan lembaga lintas iman, gereja/denominasi, angkatan, suku, dan latar belakang lainnya di Indonesia dan luar negeri, menyampaikan surat terbuka kepada kepolisian dan sejumlah lembaga terkait. ”Pengungkapan kasus ini secara tuntas, obyektif, komprehensif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku, akan menghasilkan data akurat yang mengungkap penyebab kematian almarhumah Pendeta Flo dan menghentikan spekulasi liar yang mendiskreditkan korban yang ada dalam masyarakat,” ujar Lusia dalam keterangan pers yang dikirimkan kepada media, Rabu .

Selain kepada Kepolisian Daerah Maluku, Aliansi Sahabat Flo juga mengirim surat terbuka kepada Sinode GPM, dan beberapa pihak terkait, seperti Komisi Nasional HAM Perwakilan Ambon, Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan , Komisi Perlindungan Anak Indonesia , dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban , yang dilayangkan pada pekan lalu, Jumat .

Informasi sementara yang dikumpulkan Aliansi Sahabat Flo dari anggota jemaat tempat FSG bertugas, keluarga, tokoh masyarakat, ada dugaan bahwa FSG memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena tekanan psikologi berat akibat KDRT berulang-ulang baik fisik maupun psikis yang dilakukan oleh suaminya.

ہم نے اس خبر کا خلاصہ کیا ہے تاکہ آپ اسے جلدی سے پڑھ سکیں۔ اگر آپ خبر میں دلچسپی رکھتے ہیں تو آپ مکمل متن یہاں پڑھ سکتے ہیں۔ مزید پڑھ:

hariankompas /  🏆 8. in İD

پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات

Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔

IDI: Kekerasan Terhadap Dokter Tak Boleh DibiarkanIDI: Kekerasan Terhadap Dokter Tak Boleh DibiarkanPB IDI mengutuk penyeroyokan terhadap dokter internship (magang) yang terjadi di Puskesmas Fajar Bulan, Lampung Barat pada Hari Raya Idulfitri.
مزید پڑھ »

Harta Kekayaan AKBP Achiruddin 10 Tahun tak Berubah, Moge tak Ada di LHKPN |Republika OnlineHarta Kekayaan AKBP Achiruddin 10 Tahun tak Berubah, Moge tak Ada di LHKPN |Republika OnlineHarta kekayaan AKBP Achiruddin Hasibuan tidak berubah selama 10 tahun, tidak ada moge
مزید پڑھ »

Warga Pendatang Tak Punya Jaminan dan Pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta Klaim Tak Akan UsirWarga Pendatang Tak Punya Jaminan dan Pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta Klaim Tak Akan UsirDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta tidak akan memulangkan pendatang di Ibu Kota yang tidak memiliki pekerjaan atau jaminan tempat tinggal saat berada di Jakarta.
مزید پڑھ »

Ketua Komisi I DPR: Kekerasan oleh KKB Perlu Sikap Tegas Segera!Ketua Komisi I DPR: Kekerasan oleh KKB Perlu Sikap Tegas Segera!Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, menyoroti tajam aksi kekerasan KKB di Papua. Dia meminta pemerintah tak setengah hati menangani aksi kekerasan KKB itu.
مزید پڑھ »

Cegah Hoaks, Bawaslu Papua Galakkan Sosialisasi Aturan dan Tahapan Pemilu 2024Salah satunya yang dilakukan Bawaslu Papua dengan mengedepankan sosialisasi untuk pencegahan penyebaran hoaks.
مزید پڑھ »

Pesan Venna Melinda: KDRT Bukan Aib, Korban Jangan Ragu Laporkan PenganiayaanPesan Venna Melinda: KDRT Bukan Aib, Korban Jangan Ragu Laporkan PenganiayaanPesan Venna Melinda: KDRT Bukan Aib, Korban Jangan Ragu Laporkan Penganiayaan: Venna berpesan agar kasus yang menimpanya dijadikan pelajaran oleh publik, khususnya perempuan di Indonesia yang mengalami KDRT.
مزید پڑھ »



Render Time: 2025-04-06 19:36:30