PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengakui bisnis propertinya lesu sepanjang 2023. Hal ini berimbas pada susutnya laba tahun berjalan pada 2023 menjadi Rp 127,09 triliun dari Rp 365,74 triliun pada 2022.
PT PP Tbk mengakui bisnis properti lesu sepanjang 2023. Hal ini berimbas pada susutnya laba tahun berjalan pada 2023 menjadi Rp 127,09 triliun dari Rp 365,74 triliun pada 2022.
'Laba 2023 kalau konsolidasi seluruh PP grup termasuk 60 anak usaha memang menurun jadi Rp 127 miliar, tapi di induknya sektor konstruksi naik sekitar 70 persen dari tahun lalu. Ini ada sedikit permasalahan di anak usaha terutama di sektor property yang masih agak berat bisnisnya,' kata Bakhtiyar kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, dikutip Jumat .
Excellent ConstructionStrategi ke depan, PT PP sudah rumuskan excellent construction. Perseroan memandang bisnis konstruksi semakin matang, sehingga perseroan juga ingiin terus naik kelas hingga merajai area regional Asia Tenggara. Perseroan saat ini sudah mulai berekspansi ke Filipina. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menjelaskan, perseroan saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian BUMN. Sebelumnya, perseroan yang telah ikut kajian mengenai rencana penggabungan usaha antar BUMN karya.