Rupiah Anjlok Hingga Kasus Fentanil, AS Tuntut China
Rupiah terpantau anjlok terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu di saat indeks Dolar AS terus menerus menguat dan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun, semakin menarik minat investor hingga Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan
langkah keras untuk menindak jaringan Fentanil global dengan menuntut delapan perusahaan kimia asal China dan 12 pegawai mereka. Hal ini sehubungan dengan krisis Opioid mematikan yang melanda AS.Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Breaking! Lagi-Lagi Rupiah Ambruk, Dolar AS Tembus Rp15.630Rupiah terpantau anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
مزید پڑھ »
Rupiah Anjlok ke Rp 15.614 per Dolar AS, Ini PenyebabnyaRupiah melemah sebesar 1 poin atau 0,30 persen ke posisi Rp 15.614 per dolar AS, dibandingkan pada penutupan sebelumnya senilai Rp 15.613 per dolar AS.
مزید پڑھ »
Rupiah Hari Ini Ambrol Lagi, Anjlok 54 PoinNilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi (4/10) melemah 0,35 persen atau 54 poin.
مزید پڑھ »
Langkah Hukum Kejagung Kini Berlanjut, Dari Kasus Impor Gula hingga Penyerahan Uang ke Dito dan BPKKejaksaan Agung terus melakukan penegakan hukum kasus-kasus dugaan korupsi yang mengusik publik.Tak hanya kebijakan impor gula tetapi juga kesaksian di persidangan soal penyerahan uang ke Menpora dan BPK di kasus BTS.
مزید پڑھ »
Amerika Serikat Komentari Masalah HAM di Indonesia Mulai dari Kasus Sambo hingga Tragedi Berdarah KanjuruhanKementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Washington menyoroti dugaan pelanggaran HAM dilakukan aparat keamanan Indonesia.
مزید پڑھ »