ADANYA Perlakuan bagi keluarga penunggu pasien rawat inap kelas tiga di rumah sakit pelat merah atau rumah sakit milik pemerintah terkesan kurang memadai. Itu terlihat dari banyaknya penunggu pasien yang harus tidur di emperan gedung rumah sakit saat menjaga keluarganya yang sedang sakit.
Menurutnya, belum memungkinkan bagi RSUD Klungkung mengambil alih penjagaan yang bersifat terus menerus. Salah satu penyebabnya karena jumlah perawat yang tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut. “Kami tidak melakukannya namun kami tetap akan melakukan pemantauan secara rutin ke pasien sesuai dengan SOP yang ada. Khususnya dalam penggantian infus, petugas sudah mencatat waktu pemberian dan kapan harus penggantian, maka petugas akan melakukan pemantauan sebelum waktu habis,” terangnya.
Rupanya pihak rumah sakit memiliki alasan tersendiri. Salah satunya terkait kenyamanan pasien yang dalam perawatan. Wadir Pelayanan RSUD Sanjiwani Gianyar, Dr Anak Agung Oka Beratha mengatakan, bahwa memang pada dasarnya secara psikologis perlu ditunggui oleh keluarganya. Namun jumlah keluarga penunggu pasien dibatasi kuotanya.
“Pasien secara psikologis perlu ditungguin salah satu keluarga. Di ruangan cukup satu penunggu agar tidak terlalu sesak,” ungkapnya. Dijelaskannya bahwa sebenarnya hal itu bisa disiasati.
پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات
Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔
Liku-liku Keluarga Pasien Berjaga di Rumah Sakit(1):Dukung Kesembuhan, Nyaris TerlupakanBanyak keluarga pasien harus menunggu di luar ruangan rawat inap. Mereka sampai menginap tidur di emperan rumah sakit demi melihat perkembangan pasien. Rela tidur di lantai beralas tikar, seadanya.
مزید پڑھ »
Liku-liku Keluarga Pasien Berjaga di Rumah Sakit(2):Nyaman Meskipun LesehanKELUARGA pasien yang menginap beralas tikar banyak ditemui di RSUP Prof. Ngoerah Sanglah. Ada beberapa yang menunggui keluarganya dalam perawatan di IGD. “Saudara saya masuk IGD, setelah pindah ke ruangan baru kami bergeser ke ruangan,” ujar Ari, perempuan yang duduk di taman depan RS terbesar di Ba
مزید پڑھ »
Lika-liku Seorang PenerjemahSecanggih apa pun, robot-robot buatan manusia tidak sanggup mengambil alih semua peran, fungsi, dan tugas manusia secara penuh. Karena itu, kecerdasan alamiah manusia sangat perlu diasah terus. Opini AdadiKompas
مزید پڑھ »
Pasien Meningitis Akibat Makan Lawar Darah Bertambah, Telinga Jadi TuliRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng kembali menerima dua pasien suspek meningitis streptococcus suis (MSS).
مزید پڑھ »
RSUD Soewandhie Klarifikasi Pasien Meninggal akibat Lambat Ditangani - Jawa PosRSUD Soewandhie klarifikasi kesalahpahaman informasi meninggalnya pasien yang diduga karena penanganan di rumah sakit yang lambat
مزید پڑھ »
Terduga Teroris Surabaya Sempat Menolak Rumah Ditempeli Stiker Keluarga Miskin - Jawa PosKetua RT setempat menyebut terduga teroris warga Kalimas Madya III, Surabaya, sempat menolak rumahnya diberikan stempel keluarga miskin
مزید پڑھ »