Muhammadiyah dan Tantangan Kebinekaan

پاکستان خبریں خبریں

Muhammadiyah dan Tantangan Kebinekaan
پاکستان تازہ ترین خبریں,پاکستان عنوانات
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 81 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 36%
  • Publisher: 70%

Muhammadiyah terus berkomitmen merawat kebinekaan. Meskipun Muhammadiyah punya pengalaman panjang bergumul dengan kompleksitas sosial dan pancaroba politik, tidak akan surut mengembangkan dialog lintas golongan. Opini AdadiKompas

di Balikpapan, 22 Februari 2023, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan dua pilar keindonesiaan yang membingkai gerakan organisasinya, yaitu mengamalkan nilai kebinekaan dan membangun Indonesia dari pinggiran.

Muhammadiyah tidak akan bisa berdiri dan membangun institusi pendidikan di Ende, Flores, tanpa keterbukaan dan akomodasi terhadap realitas sosial dan politik lokal.Penolakan dari kelompok- kelompok keagamaan tradisionalis yang bertemu kepentingannya dengan elite bangsawan lokal tak cukup mampu menghadang laju Muhammadiyah yang memasuki Pulau Flores melalui Sikka pada 1926.

Muhammadiyah mengalami intimidasi dan teror selama bertahun-tahun. Rencana membangun masjid terus dihalangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab meski IMB telah terbit tahun 2017. Meskipun dalam beberapa kasus menjadi korban intoleransi dan kekerasan seperti di Bireuen dan Banyuwangi, komitmen MuhammadiyahRekomendasi Muktamar Ke-47 Muhammadiyah tahun 2015 di Makassar mengamanatkan untuk mengedepankandengan golongan ataupun pemahaman keagamaan yang berbeda. Umat diingatkan untuk menahan diri dari perbuatan tercela dan mencederai hukum dalam menghadapi perbedaan.

Pada satu sisi, perselisihan pandangan ijtihadi tak bisa dikriminalisasi. Kelompok keagamaan yang mengambil pilihan berbeda dengan institusi negara tidak boleh diinkuisisi karena akan melegalkan otoritarianisme tafsir, memakai bahasa El Fadl dalamPada sisi lain, upaya menormalisasi ujaran kebencian, apalagi ancaman pembunuhan disampaikan di media sosial, tak bisa dibenarkan secara moral dan hukum. Ada garis demarkasi yang terang antara melontarkan diskursus akademik dan provokasi kebencian.

Negara tidak bisa memaksakan kehendak atas persoalan-persoalan keagamaan yang belum mencapai titik konsensus di antara umat beragama sendiri.

ہم نے اس خبر کا خلاصہ کیا ہے تاکہ آپ اسے جلدی سے پڑھ سکیں۔ اگر آپ خبر میں دلچسپی رکھتے ہیں تو آپ مکمل متن یہاں پڑھ سکتے ہیں۔ مزید پڑھ:

hariankompas /  🏆 8. in İD

پاکستان تازہ ترین خبریں, پاکستان عنوانات

Similar News:آپ اس سے ملتی جلتی خبریں بھی پڑھ سکتے ہیں جو ہم نے دوسرے خبروں کے ذرائع سے جمع کی ہیں۔

Global Mencekam, Sri Mulyani Yakin RI Tetap Aman SentosaGlobal Mencekam, Sri Mulyani Yakin RI Tetap Aman SentosaTren pemulihan ekonomi Indonesia masih akan terus berlanjut, meskipun kondisi perekonomian global masih berisiko.
مزید پڑھ »

Muhammadiyah Dorong Reformasi Sistem Pemilu 2024 |Republika OnlineMuhammadiyah Dorong Reformasi Sistem Pemilu 2024 |Republika OnlineMuhammadiyah berpandangan bahwa Pemilu 2024 adalah harga mati.
مزید پڑھ »

Akal Politik Muhammadiyah: Skripturalis-Rasional vs Substansialis-PragmatisAkal Politik Muhammadiyah: Skripturalis-Rasional vs Substansialis-PragmatisAkal Muhammadiyah dapat dipahami sebagai cara berpikir dan bertindak para elite, kader, anggota, warga, dan simpatisan Muhammadiyah dalam merespons segala hal.
مزید پڑھ »

Ini Nih Tantangan Terbesar Industri Transisi Energi di RIPengembangan SDM menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan industri transisi energi di Indonesia.
مزید پڑھ »

Rektor UMJ: Andi Pangerang Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah karena Terpancing Provokasi Prof. ThomasRektor UMJ: Andi Pangerang Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah karena Terpancing Provokasi Prof. ThomasKasus ujaran kebencian bermuatan SARA yang disampaikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN terhadap warga Muhammadiyah masih terus bergulir.
مزید پڑھ »

Ganjar Beberkan Tantangan Masa Depan di Hadapan Mahasiswa UPS TegalGanjar Beberkan Tantangan Masa Depan di Hadapan Mahasiswa UPS TegalGanjar Pranowo membeberkan tantangan masa depan di hadapan mahasiswa UPS Tegal. Begini pemaparannya.
مزید پڑھ »



Render Time: 2025-04-07 01:39:40